KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT
yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur
atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul (Gaya
Gesek, Gesekan 1).
Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah
berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang gaya gesek dan manfaatnya
untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Jakarta,
Juni 2017
Bahrul Rizky Fauzi
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pernahkah
anda jatuh terpeleset karena menginjak sesuatu yang licin? Kita bisaterpeleset
ketika menginjakkan kaki pada sesuatu yang licin karena tidak ada gayagesek
yang bekerja. Tanpa gaya gesek, kita tidak akan bisa berjalan, roda sepedamotor
atau mobil juga tidak akan bisa berputar. Demikian juga berita di televisi
dansurat kabar yang mengatakan bahwa pesawat terbang tergelincir merupakan
salah satu bukti.
Kehidupan kita sehari-hari tidak terlepas dari
bantuan gaya gesekan, walaupunterkadang kita tidak menyadarinya. Dalam
pembahasan mengenai hukum Newton,kita akan selalu berhubungan dengan gaya
gesekan.
Secara umum, gaya didefinisikan sebagai sesuatu
yang dapat mengubahkeadaan gerak suatu benda. Suatu benda dapat bergerak karena
mendapat gaya. Gaya juga dapat mempercepat atau memperlambat gerak benda.
Selain itu, gaya juga dapat dikatakan sebagai tarikan atau dorongan”.
Dalam bahasa sehari-hari gaya sering diartikan
sebagai dorongan atau tarikan, terutama yang dilakukan oleh otot-otot
kita”(Halliday,1991). Di dalam ilmu fisika, gaya atau kakas adalah apapun yang
dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami percepatan, salah satunya
adalah adalah gaya gesek. Manfaat gaya gesek sangat besar dalam kehidupan
manusia. Disamping itu, gaya gesek juga menimbulkan kerugian bagi kehidupan
manusia. Pengetahuan manusia tentang gaya gesek, macam-macam gaya gesek,
manfaat, dan kerugian gaya gesek dalam kehidupan sehari-hari masih sangat
minim. Untuk itu dalam makalah ini penulis akan memaparkan secara rinci mengenai
gaya gesek, macam-macam gaya gesek, manfaat, dan kerugian gaya gesek bagi
kehidupan manusia.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas dapat diambil beberapa identifikasi masalah sebagai
berikut :
1.
Apa saja
kerugian gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari?
2.
Apa saja
keuntungan gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari?
3.
Bagaimana
cara memperkecil gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari?
C. Tujuan Masalah
1. Mengetahui kerugian gaya gesekan dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Mengetahui
keuntungan gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mengetahui
cara memperkecil gaya gesekan dalam kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Gaya Gesek
Gaya
gesek adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan
benda akan bergerak. Gaya gesek muncul apabila dua buah benda bersentuhan.
Benda-benda yang dimaksud di sini tidak harus berbentuk padat, melainkan dapat
pula berbentuk cair, ataupun gas. Gaya gesek antara dua buah benda padat
misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan gaya antara benda
padat dan cairan serta gas adalah gaya Stokes.
Gaya gesek dapat merugikan atau bermanfaat. Panas
pada poros yang berputar, engsel pintu yang berderit, dan sepatu yang aus
adalah contoh kerugian yang disebabkan oleh gaya gesek. Akan tetapi tanpa gaya
gesek manusia tidak dapat berpindah tempat karena gerakan kakinya hanya akan
menggelincir di atas lantai.
Tanpa adanya gaya gesek antara ban mobil dengan
jalan, mobil hanya akan slip dan tidak membuat mobil dapat bergerak. Tanpa
adanya gaya gesek juga tidak dapat tercipta parasut.
Gaya gesek merupakan akumulasi interaksi mikro
antar kedua permukaan yang saling bersentuhan. Dulu diyakini bahwa permukaan
yang halus akan menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek)
menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar, akan
tetapi dewasa ini tidak lagi demikian.
B. Asal Gaya Gesek
Gaya
gesek merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling
bersentuhan. Gaya-gaya yang bekerja antara lain adalah gaya elektrostatik pada
masing-masing permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan yang halus akan
menyebabkan gaya gesek (atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil
nilainya dibandingkan dengan permukaan yang kasar, akan tetapi dewasa ini tidak
lagi demikian. Konstruksi mikro (nano tepatnya) pada permukaan benda dapat
menyebabkan gesekan menjadi minimum, bahkan cairan tidak lagi dapat
membasahinya (efek lotus).
di mana suku pertama adalah gaya gesek yang
dikenal sebagai gaya gesek statis dan kinetis, sedangkan suku kedua dan ketiga
adalah gaya gesek pada benda dalam fluida.
C. Jenis-Jenis Gaya Gesek
Terdapat
dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus,
yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis, yang dibedakan antara
titik-titik sentuh antara kedua permukaan yang tetap atau saling berganti
(menggeser). Untuk benda yang dapat menggelinding, terdapat pula jenis gaya
gesek lain yang disebut gaya gesek menggelinding (rolling friction). Untuk
benda yang berputar tegak lurus pada permukaan atau ber-spin, terdapat pula
gaya gesek spin (spin friction). Gaya gesek antara benda padat dan fluida
disebut sebagai gaya Coriolis-Stokes atau gaya viskos (viscous force).
D. Gaya Gesek Statis
Gaya
gesek statis adalah gesekan antara dua benda padat yang tidak bergerak relatif
satu sama lainnya. Seperti contoh, gesekan statis dapat mencegah benda meluncur
ke bawah pada bidang miring. Koefisien gesek statis umumnya dinotasikan dengan
μs, dan pada umumnya lebih besar dari koefisien gesek kinetis.
Gaya gesek statis dihasilkan dari sebuah gaya
yang diaplikasikan tepat sebelum benda tersebut bergerak. Gaya gesekan maksimum
antara dua permukaan sebelum gerakan terjadi adalah hasil dari koefisien gesek
statis dikalikan dengan gaya normal f = μs Fn. Ketika tidak ada gerakan yang
terjadi, gaya gesek dapat memiliki nilai dari nol hingga gaya gesek maksimum.
Setiap gaya yang lebih kecil dari gaya gesek maksimum yang berusaha untuk menggerakkan
salah satu benda akan dilawan oleh gaya gesekan yang setara dengan besar gaya
tersebut namun berlawanan arah. Setiap gaya yang lebih besar dari gaya gesek
maksimum akan menyebabkan gerakan terjadi. Setelah gerakan terjadi, gaya
gesekan statis tidak lagi dapat digunakan untuk menggambarkan kinetika benda,
sehingga digunakan gaya gesek kinetis.
E. Gaya Gesek Kinetis
Gaya
gesek kinetis (atau dinamis) terjadi ketika dua benda bergerak relatif satu
sama lainnya dan saling bergesekan. Koefisien gesek kinetis umumnya dinotasikan
dengan μk dan pada umumnya selalu lebih kecil dari gaya gesek statis untuk
material yang sama.
Apa yang akan terjadi apabila kita berjalan di
lantai yang licin? Mengapa kita merasakan kesulitan apabila berjalan di atas
lantai yang licin. Permasalahan ini berhubungan dengan gaya gesekan.
Gaya gesek atau gaya gesekan merupakan gaya yang
ditimbulkan oleh dua pemukaan yang saling bersentuhan. Lantai yang licin
membuat kita sulit berjalan di atasnya karena gaya gesekan yang terjadi antara
kaki kita dengan lantai sangat kecil.
F. Manfaat Gaya Gesek
Gaya gesekan memiliki manfaat yang penting bagi
kita antara lain :
·
Gaya gesek
membantu benda bergerak tanpa tergelincir.
·
Gaya gesek
dapat menghentikan benda yang sedang bergerak, misalnya sepeda di rem.
·
gaya
gesekan dapat menahan benda-benda agar tidak bergeser
G. Gaya Gesek yang Merugikan
Selain
menguntungkan, gaya gesek juga menimbulkan kerugian, diantaranya :
·
Gaya
gesekan pada mesin mobil dan kopling menimbulkan panas yang berlebihan sehingga
mesin mobil cepat rusak karena aus.
·
Gaya
gesekan antara ban mobil dengan jalan mengakibatkan ban mobil cepat aus dan
tipis.
·
Gaya
gesekan antara angin dengan mobil dapat menghambat gerakan mobil.
H. Memperbesar dan Memperkecil Gaya Gesek
Gaya
gesekan dapat diperbesar ataupun diperkecil disesuaikan dengan tujuannya. Dalam
kehidupan sehari-hari kita jumpai berbagai cara yang dilakukan untuk
memperkecil atau memperbesar gaya gesekan, di antaranya adalah sebagai berikut:
i.
Cara
Memperkecil Gaya Gesekan
1. Memperlicin permukaan, misal dengan pemberian
minyak pelumas atau mengampelas permukaan.
2. Memisahkan kedua permukaan yang bersentuhan
dengan udara, misal kapal laut yang bagian dasarnya berupa pelampung yang diisi
udara.
3. Meletakkan benda di atas roda – roda, sehingga
benda lebih mudah bergerak.
4. Memberi bantalan peluru, as roda diberi bantalan
peluru sehingga tidak cepat aus.
ii.
Cara
Memperbesar Gaya Gesekan
1. Memasang karet, paku-pakuan, atau pul.
2. Dibuat beralur, misalnya pada permukaan roda
kendaraan dan alas sepatu dibuat beralur juga untuk memperbesar gaya gesekan
sehingga kendaraan tidak mudah tergelincir.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
a.
Gaya gesek
adalah gaya yang berarah melawan gerak benda atau arah kecenderungan benda akan
bergerak.
b.
Gaya gesek
muncul apabila dua buah benda bersentuhan. Benda-benda yang dimaksud disini
tidak harus berbentuk padat, tetapi dapat pula berbentuk cair, ataupun gas.
c.
Gaya gesek
antara dua buah benda padat misalnya adalah gaya gesek statis dan kinetis,
sedangkan gaya antara benda padat, cairan, dan gas adalah gaya Stokes.
d.
Gaya gesek
merupakan akumulasi interaksi mikro antar kedua permukaan yang saling
bersentuhan.
e.
Gaya-gaya
yang bekerja antara lain adalah gaya elektro statik pada masing-masing
permukaan. Dulu diyakini bahwa permukaan yang halus akan menyebabkan gaya gesek
(atau tepatnya koefisien gaya gesek) menjadi lebih kecil nilainya dibandingkan
dengan permukaan yang kasar, akan tetapi dewasa ini tidak lagi demikian.
f.
Konstruksi
mikro (nano tepatnya) pada permukaan benda dapat menyebabkan gesekan menjadi
minimum, bahkan cairan tidak lagi dapat membasahinya (efek lotus).
g.
Terdapat
dua jenis gaya gesek antara dua buah benda yang padat saling bergerak lurus,
yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis. Gaya gesek statis bekerja pada
benda diam hingga tepat akan bergerak sehingga besarnya berubah hingga mencapai
nilai maksimum yang diperlukan untuk menggerakkan benda. Gaya gesek kinetis
merupakan gaya gesek yang bekerja pada benda yang bergerak Adanya gaya gesek memberikan
dampak bagi kehidupan sehari-hari.
h.
Selain
memiliki manfaat, gaya gesek juga mempunyai kerugian bagi kehidupan
sehari-hari.
B. Saran
Sebaiknya
para mahasiswa lebih memperdalam lagi pengetahuannya tentang gaya gesek, karena
gaya gesek memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari,
sehingga dapat mengetahui manfaat dan kerugian gaya gesek. Penulis berharap
makalah ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Mekanika Teknik.
DAFTAR
PUSTAKA
Zemansky,
Sears. 1982. Fisika Universitas 1 “Mekanika,
Panas, Bunyi”. Bandung : Bina Cipta.
Lohat,
Sun Alexander. 2008. Gaya
Gesekan-gesekaan Statis dan Kinetis. Jakarta:Penerbit Yudistira http://www.gurumuda.com/gaya-gesekan/
diakses 17 Desember 2011.
Ubay.
2016. Pengertian Gaya Gesek, Rumus dan
Contohnya. Diambil dari: http://www.seputarpendidikan.com/2016/03/pengertian-gaya-gesek-rumus-dan-contohnya.html
Wikipedia.
2017. Gaya Gesek, Asal Gaya Gesek dan
jenis-jenis Gaya Gesek. https://id.wikipedia.org/wiki/Gaya_gesek,
Diakses 5 Juni 2017.
Foser,
Bob.2000. Fisika SMU kelas 1.
Bandung: Erlangga.
Halliday
Resnick, Walker. 1991. Dasar-dasar Fisika
Jilid Satu. Tanggerang: Binapura Aksara.
Kanginan,
Marthen. 2007. Fisika untuk SMA kelas X.
Cimahi: Erlangga.
Supriyanto.
2007. Fisika untuk SMA kelas XI.
Jakarta: Phibeta.
Zamrozi,
dkk. 2003. Acuan Pelajaran Fisika.
Yoguakarta: Yudistira.
Abdullah,
Mikrajuddin. 2007. Fisika 2 A untuk SMA
dan MA. Bandung: Esis.
Komentar
Posting Komentar