Langsung ke konten utama

Menyongsong Perubahan

MAKALAH
ETIK UNIVERSITAS MERCU BUANA

MENYONGSONG PERUBAHAN
DOSEN PENGAMPU : Dra. Yuni Astuti, MS

Kelompok 8 :
Bahrul Rizky Fauzi              41615120055
Rafi Nur Azis                        41615120064
Amir Windu Nugroho          41115120195
Guntur Gumelar                   41114110027


Universitas Mercu Buana
Jakarta 2017




KATA PENGANTAR

           Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul (Menyongsong Perubahan).
              Secara umum bisa dikatakan bahwa difinisi etika adalah nilai-nilai dan normal moral yang menjadi pegangan bagi seorang atau kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Tetapi nilai dan norma tersebut tidak hanya cara suatu perbuatan, tetapi etika bisa dikatakan memberi norma tentang perbuatan itu sendiri berlaku dalam kehidupan yang lebih luas, absolut sifatnya karena menyangkut segi-segi lahiriah dan batiniah.
              Karena itu menjadi jelas, bila pedoman mengenai etika itu memang lebih luas dan dalam pengertiannya dibanding dengan etiket, karena etiket hanya merupakan bagian kecil saja dari etika.
              Universitas Mercu Buana bertekad mejadi penyumbang sikap-sikap antikorupsi kepada masyarakat. Kami tidak hanya berwacana, tetapi justru menyumbangkan sesuatu berupa para lulusan yang beretika yang nantinya diharapkan menyebarkan sikap positif dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari seperti motivasi berprestasi tinggi, kerjasama tim, kepemimpinan, dan lain-lain. Jika lebih banyak perguruan tinggi memberikan kontribusi, maka kita optimis bahwa masyarakat Indonesia yang bersih dari korupsi suatu hari akan terwujud.
              Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini. Akhir kata saya berharap semoga makalah  ini memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.


Jakarta, Juli 2017


Bahrul Rizky Fauzi


BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang
            Perubahan merupakan salah satu kata yang cukup santer yang dibicarakan di negeri kita ini. Dimana sebagian rakyat menginginkan perubahan yang tentunya ke arah yang lebih baik, aamiin. Kata ini juga dapat membuat manusia takut sekaligus excited, nervous dan juga tertantang. Dengan perubahan kita akan menemukan hal yang baru dan untuk mendapatkan pengalaman baru dalam hidup hanya satu yang dibutuhkan yaitu keberanian untuk memulai. Karena setelah kita memulai, langkah pertama kita tida dapat membendung perubahan yang membentang di depan kita.
            Kadang sering teringat cerita teman yang gusar karena dia akan mengalami perubahan terbesar dalam hidupnya, yaitu melepas status lajangnya. Dengan perubahan status tersebut,dia membayangkan akan mengalami suatu evolusi kehidupan yang drastis setelah menikah dan untuk semakin mendekat ke hari 'h' dia terlihat tegang dan sering salah tingkah. Itulah perilaku yang akan mengalami perubahan yang besar dalam hidup akan membuat seseorang takut, nervous dan juga tertantang. Memang yang sering kita bayangkan tentang perubahan seringkali sesuatu yang drastis dan evolusioner. Padahal setiap hari sadar atau tidak, hidup kita selalu berubah. Mulai dari bangun pagi pandangan hidup kita tentang apa yang kita jalani pasti berubah. Setiap hari adalah tantangan untuk mencari hal-hal yang baru dalam menjalani hidup yang seringkali terasa rutin dan monoton. Sesekali memang ada kejutan yang tiba-tiba memberikan warna dalam hidup, tapi sering kali perubahan yag terjadi seperti air yang menetes melubangi batu. Perubahan yang kecil terjadi setiap hari seperti langkah kecil yang terus menerus dijalani tanpa terasa kita akan sampai di satu titik yang belum pernah kita capai sebelumnya. Saat itulah kemudian kita sadar, semua yang telah kita lewati tidak mungkin berulang lagi. Ketika mencoba flash back ke belakang, seringkali kita terheran-heran dengan diri kita sendiri kok bisa ya kita melalui semua ini? Pada kenyataannya kehidupan kita seringkali berjalan tidak seperti yang kita rencanakan dan kita harapkan. Banyak, sesuatu hal ketika di jalani terasa berat dan kita berkeluh kesah, ngomel pada diri sendiri kenapa kita harus menjalani semua ini? tapi akhirnya keluh kesah itu  membuat kita malah kehilangan cara untuk menikmati hidup.
B.        Indentifikasi Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil beberapa identifikasi masalah sebagai berikut :
1.   Persiapan apa saja untuk Menghadapi Perubahan?
2.   Bagaimana Menyikapi Perubahan?
3.   Bagaimana Mengelola Perubahan?
4.   Mengapa tidak ada yang tetap di dunia ini?
C.        Tujuan Masalah
1.   Mengetahui perubahan dan bagaimana menghadapi perubahan dalam kehidupan.
2.   Mengetahui sikap-sikap yang penting dalam menyongsong perubahan
3.   Mengetahui faktor internal dan eksternal yang menghambat sikap proaktif dan antisipatif terhadap perubahan.
4.   Mengetahui dan memahami cara-cara Berpikir Kreatif.


















BAB II
PEMBAHASAN

A.        Pengertian Perubahan
                   perubahan merupakan suatu kegiatan evolusi atau perputaran mengubah sesuatu baik itu dalam hal pemikiran, fisik, tingkah laku, maupun strategi-strategi dalam suatu kegiatan sosial. Perubahan itu pada hakekatnya ada dua, yaitu perubahan menuju lebih baik dan perubahan menuju lebih buruk tergantung subjek (orang) yang terlibat didalamnya. Tapi tentunya banyak orang pasti memilih perubahan yang lebih baik. Setiap manusia selama hidupnya pasti mengalami perubahan. Adapun perubahan itu berbentuk sesuatu hal yang mencolok dan kurang mencolok, perubahan yang terbatas maupunluas, dan ada juga perubahan yang berjalan dengan lambat maupun cepat. Perubahan-perubahan tersebut biasanya berkaitan dengan nilai-nilai sosial, pola-pola perilaku, organisasi, lembagakemasyarakatan, lapisan dalam masyarakat , kekuasaan dan wewenang, dan sebagainya. Oleh karena itu seorang peneliti sosial harus menentukan bidang perubahan yang berkaitan dengan tegas. Masyarakat terbagi atas dua jenis, yaiitu masyarakat yang statis dan dinamis. Masyarakat statis pada umumnya mereka hanya mengalami sedikit perubahan, dan perubahan tersebut berjalan dengan lambat. Sedangkan masyarakat dinamis adalah masyarakat yang mengalami perubahan secara cepat. Perubahan-perubahan yang dilakukan bukan semata-matahanya untuk menghasilkan suatu kemajuan (progress), namun dapat berarti menjadi sebuah kemunduran dalam bidang-bidang tertentu. Perubahan-perubahan yang terjadi dipengaruhi karena adanya komunikasi modern yang semakin berkembang, terutama di bidang teknologi.Perubahan sosial merupakan segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempunyai pengaruh dalam sistem sosialnya. Termasuk nilai-nilai yang terkandung didalamnya, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
                         Hal ini sangat relevan dengan kondisi hari ini karena perubahan selalu terjadi. Tidak ada yang tetap dalam kehidupan kecuali hukum perubahan itu sendiri. Dan, hukum perubahan ini berlaku di mana saja dan kapan saja, serta bisa terjadi pada siapa saja, tanpa kecuali, di berbagai aspek kehidupan, di muka bumi ini.

Perubahan ada yang berasal dari internal maupun eksternal. Dari internal, kita sering mengalami perubahan emosi, mulai dari naik turunnya semangat, hingga aneka perubahan yang dilandasi oleh mentalitas dalam diri. Selain itu, secara fisik kita juga selalu berubah, dari bayi, tumbuh jadi bocah, remaja, dewasa, tua, hingga akhirnya mati. Sedangkan dari eksternal, ada perubahan musim dan cuaca. Ada panas ada dingin. Ada malam dan ada siang. Ada hujan ada kemarau. Ada gelap, ada pula terang. Dan, semua itu berjalan beriringan sehingga selalu mendorong terjadinya perubahan. Karena itu, bila kita tahu tentang hukum perubahan, yakni bahwa semua pasti berubah, akan membuat kita selalu tersadar. Apa yang hari ini kita sebut sebagai hebat, populer, sukses, berkuasa, belum tentu semuanya akan terus seperti itu. Hari ini sukses, belum tentu besok akan sukses kembali. Dan sebaliknya, jika hari ini gagal, belum tentu juga esok hari akan mengalami kegagalan yang sama.
B.        Teori-Teori Perubahan Sosial
                   Para ahli berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial cenderung meruapakn gejalawajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia. Tetapi ada pendapat lain yang berpendapat bahwa perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat, seperti unsur geografis, biologis, ekonomis, atau kebudayaan, dan perubahan sosial tersebut bersifat periodik dan dan non periodik. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, harus dilakukan penelitian yang objektif terhadap hubungan antara kondisi dan faktor-faktor perubahan sosial, dengan perhatian terhadap waktu serta tempat berlangsungnya perubahan-perubahan tersebut. Karena penelitian yang objektif akan memberikan hukum-hukum perubahan sosial dan kebudayaan. Berikut adalah teori-teori yang berkaitan dengan arah perubahan sosial yang telah diringkas:
1.    Evolusi rektilinier yang sederhana (Peradaban)
2.    Evolusi melalui tahap-tahap (Tahap Peradaban)
3.    Evolusi yang terjadi dengan tahap kelanjutan yang tidak serasi (Peradaban)
4.    Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran-kemunduran jangka pendek (Tahap Peradaban)
5.    Evolusi bercabang yang mewujudkan pertumbuhan dan kebhinekaan (PertumbuhanKebudayaan)
6.    Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecendrungan-kecendrungan (Tipe-tipe Peradaban)
7.    Pertumbuhan logistik yang digambarkan oleh populasi (Peradaban)
8.    Pertumbuhan logistik terbalik yang tergambar dari angka kematian (Angka Kematian)
9.    Pertumbuhan eksponensial yang tergambar penemuan-penemuan baru (Penemuan-Penemuan)
10.  Primitivisme (Peradaban)
C.        Kemampuan Adaptasi
                   Begitu juga dalam dunia bisnis. Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Variasi dan kemampuan beradaptasi adalah kunci menghadapi perubahan yang terus terjadi. Apalagi, di dunia yang saat ini semakin "mengecil" dengan adanya teknologi informasi. Jika tak ada kewaspadaan, saat perubahan terjadi, yang ada hanyalah penyesalan. Jika tak mampu beradaptasi, kita akan menjadi "korban" teknologi. Kemampuan adaptasi ini salah satunya bisa kita pelajari dari kisah kesuksesan Facebook, situs jaringan sosial yang sangat tren hari ini. Facebook mampu "menggilas" Friendster yang beberapa waktu lalu sangat digemari. Dengan berbagai adaptasi, mulai dari kemudahan berinteraksi, beragamnya informasi, hingga layanan yang terus dilandasi kemampuan berinovasi, Facebook mampu menjadi idola bagi semua orang di jagad maya. Facebook mampu menyalip "senior"-nya, Friendster, yang beberapa waktu lalu juga mengalami kesuksesan yang tak terhingga. Namun, dengan kemampuan adaptasi yang lebih cepat dan lebih baik, Facebook telah menjelma jadi kekuatan bisnis yang luar biasa. Tetapi, dengan adanya hukum perubahan, kegemilangan yang dinikmati Facebook pun setiap saat bisa runtuh. Saat ini saja, telah muncul Twitter yang pelan tapi pasti menggeser peranannya. Jika tak waspada, nasib Friendster bisa jadi akan dialami oleh Facebook juga. Itulah sekadar gambaran di dunia nyata bahwa perubahan bisa terjadi kapan saja. Perubahan yang diakibatkan dari internal dalam diri, atau pun perubahan dari eksternal. Saya pun pernah mengalami perubahan tersebut. SMS atau pesan pendek telah membuat usaha kartu kata mutiara saya-Harvest-mengalami masa surut yang tak terkirakan. Namun, ajaran Sun Tzu ini telah mengajarkan banyak hal. Yakni, bahwa dengan variasi dan kemampuan adaptasi, kita akan selalu mampu dengan bijak dan kepala tegak-mengatasi perubahan yang terjadi, sehingga Harvest tetap berdiri hingga hari ini.




D.        Berani Menghadapi Perubahan
                   Tak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan. Teman berganti, pesaing datang, kompetisi makin ketat, semua adalah perubahan yang terjadi di sekitar kita. Baik positif atau negatif, siap atau tidak, semua akan berubah. Setiap perubahan itu mengandung konsekuensi. Sebab, di balik setiap perubahan, ada tanggung jawab yang kita emban. Tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Tanggung jawab untuk mengubah kondisi yang kurang baik menjadi lebih seperti yang diinginkan. Untuk itu, kita dituntut untuk mampu beradaptasi. Saat berubah menjadi kurang baik, itulah saatnya kita untuk mau mengevaluasi diri. Saat berubah menjadi tidak menyenangkan, mungkin itu adalah teguran agar kita selalu memperbaiki diri. Sehingga, saat berubah menjadi sukses, kita tak akan terjebak dalam kesombongan. Dan, saat kita memperoleh kenikmatan, kita pun tak lupa untuk tetap bersyukur dan rendah hati. Mari, hadapi perubahan dengan kepala tegak dan kelapangan hati. Sehingga, setiap perubahan yang dialami akan lebih berarti.
E.        Inovasi dan Perubahan
                   Saat ini kita masuk di era yang sudah maha dahsyat, di mana pesan/informasi bisa didapat hanya dalam hitungan detik, dan itu terjadi dalam semua bidang. Hal ini berarti menuntut kita harus mengubah paradigma terutama dalam kehidupan bisnis. Zaman semakin maju, dan waktu terasa cepat. Itu barangkali, yang kita rasakan saat ini. Maka, agar kita tidak ketinggalan zaman, sebaiknya kita harus lebih mampu bergerak cepat, lebih, proaktif,dan berani mengambil risiko. Dengan demikian, kita akan lebih mudah mengatisipasi kemungkinan munculnya berbagai kendala bisnis yang mungkin terjadi. Bukan bersikap seperti dulu, yang hanya reaktif dan menghindari risiko. Teringat dengan Rupert Murdoch, yang melangkah cepat dalam bisnisnya. Pada saat bos perusahaan lainnya masih terlelap tidur, ia selalu menjadi penelepon pertama untuk melakukan negosiasi bisnis. Dengan bergerak cepat, ia mampu mengambil keputusan lebih cepat dari pesaingnya. Bagi Murdoch, bergerak lamban adalah milik mereka yang kalah. Langkah semacam ini, saya kira menunjukkan, jika kita tidak bertindak dan bergerak, maka bisnis yang kita geluti sekarang akan sulit bergerak maju. Karena, pada dasarnya, bergerak adalah awal kesuksesan bisnis kita.
                   Dalam konteks ini, saya sependapat dengan Matthew J. Kieman, penulis “The Commandements or the 21st Century Management” yang mengatakan, bahwa dalam bisnis telah terjadi pergeseran paradigma. Jika, di abad ke-20, bisnis kita lebih terkesan stabil dan bisa diprediksi, namun di abad ke-21 atau di era milenium ketiga ini, perubahannya cenderung terputus-putus. Begitu pula, bisnis kita yang dulu lebih didasarkan ukuran dan skala, tapi kini lebih pada kecepatan dan responsive. Kepemimpinan, kalau dulu banyak dilakukan dari atas, kini dilakukan semua orang. Maka, tak mengherankan bila dalam menjalankan bisnis di era milenium ketiga ini, memang dituntut untuk lebih luwes, tidak kaku. Sebab, perjalanan bisnis lebih kendalikan oleh visi dan nilai-nilai. Dibandingakan sebelumnya yang semata-mata hanya dikendalikan peraturan dan hierarki. Selain itu, kalau kita dulu di dalam menjalankan bisnis selalu membutuhkan kepastian, tapi kini harus lebih toleran terhadap ambiguitas atau memiliki sikap mendua. Soal informasi bisnis demikian juga, yang sebelumnya hanya untuk pucuk pemimpin, tapi kini disebarkan ke semua orang. Sehingga, saat ini bisnis tak lagi mengandalkan pada analisis kuantitatif, namun lebih pada kreativitas dan intuisi. Tanpa itu, saya kira bisnis yang kita jalankan sekarang ini akan banyak tersendat atau sulit untuk maju. Bahkan kalau dulunya kita beryakinan, bahwa masing-masing perusahaan bisa mandiri, tapi sekarang terasa sulit. Oleh karena pada dasarnya, perusahaan-perusahaan akan saling tergantung satu dengan yang lainnya. Pergeseran paradigma bisnis di era milenium ini, juga akan mengajak kita kalau dulu hanya berfokus pada organisasi internal, tapi kini kita harus lebih fokus pda lingkungan yang kompetitif. Juga dari integrasi vertikal ke integrasi maya. Seperti  Amazon.com, took buku virtual pertama dan terakbar di dunia maya. Bahkan kalau dulu kita hanya bersaing untuk pasar masa kini, tapi sekarang kita justru lebih tertantang untuk menciptakan pasar masa depan. Oleh karena itu, kita jangan lagi hanya mengandalkan pada keunggulan kompetitif yang berkesinambungan tapi justru harus terus-menerus mencari keunggulan.
F.        Menyikapi Perubahan
                   Tak ada yang tetap di dunia ini kecuali perubahan. Baik positif atau negatif, kita siap atau tidak, semua akan berubah. llmuwan besar Albert Einstein bahkan berucap, ”Uncertainty is a part of reality” (ketidakpastian adalah bagian dari kenyataan). Bila kita tahu tentang “Hukum Perubahan”, bahwa semua akan berubah, maka kita harus selalu sadar dan waspada. Apa yg hari ini kita sebut hebat, populer, sukses, berkuasa.. belum tentu semuanya akan terus seperti itu. Hari ini sukses, belum tentu besok akan sukses lagi. Sebaliknya jika hari ini gagal, belum tentu esok akan gagal lagi. Dengan kesadaran akan hal tersebut, saat kita dalam posisi lemah atau ‘di bawah’, jangan ada kata menyerah!  Bukan berarti selamanya kita akan terpuruk. Dengan usaha keras yang dilandasi dengan keuletan serta kedisiplinan, apapun kondisi kita, pasti akan mengalami perbaikan. Demikian juga saat kita ada ‘di atas’—kaya, populer, berkuasa. Jangan sampai terjebak dalam keangkuhan atau kesombongan.Jika tidak hati-hati dan tenggelam dalam gelimang sukses, mentalitas kita bisa terdegradasi. Akibatnya: kita mundur, bahkan hancur! Untuk menghadapi perubahan yang terus terjadi, kuncinya adalah tetap belajar, waspada, dan kemampuan beradaptasi. Waspada agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Adaptasi, agar tidak jadi korban kemajuan teknologi.
G.        Perubahan yang Berkelanjutan
                   Kesuksesan yang kita raih hari ini belum tentu bisa menjadi sukses di hari esok apalagi di masa depan, jika kita tidak bisa melakukan penyesuaian, perubahan, perbaikan, dan belajar secara berkelanjutan dan terus menerus. Namun demikian, bukan sekadar perubahan yang dicari, tetapi perubahan yang harus membawa perbaikan, penyempurnaan dan lebih baik. Dalam manajemen modern Jepang pun kita juga mengenal istilah Kaizen yang secara sederhana diartikan perubahan atau perbaikan secara berkesinambungan. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, daur hidup produk semakin singkat. Kenyataan ini memaksa kita untuk lebih intensif dan aktif belajar dan selalu melakukan perubahan-perubahan. Sebagai pribadi sukses, kita  harus berani menghadapi tantangan baru, jangan terpaku dengan ”comfort zone”, dengan alasan  sudah terbiasa hidup di sini, sudah nyaman hidup di sini, sudah terbiasa dengan cara ini. Sehingga tidak mau berubah dan akhirnya akan ditelan oleh masa dan kemajuan zaman, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Ada kisah mengenai kecebong  yang merasa sudah hidup nyaman di tempat ia berada, dan tidak mau keluar dari ’comfort zone’, akhirnya mati. Coba simak fabel berikut ini:
Dari sekelompok kecebong yang hidup di sebuah selokan kecil, ada seekor kecebong yang merasa cemas dengan kondisi lingkungannya karena  populasi yang banyak dan musim kemarau. Ia sering meloncat-loncat ke atas air untuk melihat apakah ada tempat baru yang persediaan airnya mencukupi untuk mempertahankan hidup bila musim kemarau berkepanjangan. Setelah melihat-lihat, ternyata ada satu selokan yang lebih besar dengan air yang lebih banyak, ia pun mulai berpikir untuk bermigrasi ke sana. Ketika ia mengajak  teman-temannya ruaya atau migrasi, mereka umumnya menolak, ”Di sini kan sudah hidup nyaman dan enak, makanan tersedia, banyak teman-teman; jadi, ngapain susah-susah pindah ke tempat baru yang belum tentu lebih baik?”Teman-temannya hanya bisa melihat kondisi sekarang. Mereka tidak  mau berpikir mengenai  tantangan dan ancaman yang bakal dihadapi di masa depan. Sedangkan ia, selain menikmati hidup ini, juga selalu memperhatikan  masa depannya. Setiap hari ia memperhatikan kedalaman air selokan tempatnya tinggal. Sampai suatu hari, air selokan semakin menurun. Ia sudah bertekad untuk meloncat ke selokan yang lebih besar di sebelahnya. ”Bila tidak mengambil risiko sekarang, maka tidak ada kesempatan lagi,” pikirnya. Inilah saatnya, karena kecebong memiliki daya loncat terbatas, bila tak segera dilakukan, ia tidak akan bisa lagi melompat  ke selokan sebelahnya bila ketinggian air tidak mencukupi. Musim kemarau yang berkepanjangan menyebabkan air di selokan kecil tempat sekelompok kecebong berkumpul dari hari ke hari semakin berkurang dan akhirnya habis. Kecebong-kecebong yang tidak mau pindah akhirnya mati kekeringan. Sementara, kecebong yang telah berhasil pindah selokan bisa terus hidup.
H.        Faktor Pendorong dan Penghambat Perubahan Sosial
1.      Faktor Pendorong Perubahan Sosial
a)    Faktor Internal
Dalam faktor internal, perubahan sosial disebabkan oleh perubahan-perubahan yang berasal dari dalam masyarakat itu sendiri. Adapun faktor tersebut antara lain :
1)    Faktor kependudukan
2)    Penemuan baru. Bentuk pengaruh penemuan perubahan sosial dapat berupa efek menyebar, efek karambol dan efek memusat.
a.    Efek menyebar, efek ini berawal di temukan sesuatu yang barumenyebabkanperubahan dalam beberapa aspek.
b.    Efek menjalar, yaitu penemuan baru menyebakan perubahan-perubahanyangmenjalar dari lembaga kemasyarakatan satu ke lembaga kemasyarakatan lainnya.
c.    Efek memusat, yaitu adanya bermaacam-macam penemuan barumenyebabkan satu bentuk perubahan.
d.    Asimilasi, percampuran 2 budaya atau lebih yang menghasilkan kebudayaan baru yang berbeda dengan budaya lama.
b)    Faktor Eksternal.
2.      Faktor Penghambat Perubahan Sosial
a.    Masyarakat yang relatif tertutup.
b.    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lambat.
c.    Rasa primordialisme yang tinggi.
d.    Adanya rasa ketakutan terhadap budaya lain.
e.    Adat istiadat sukar berubah.
f.     Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interest).























BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan
a)         Mengetahui pemikiran dan tujuan yang jelas tentang apa yang Anda inginkan dan yakin sepenuhnya. Jika Anda sudah memiliki kebulatan tekad untuk menjadi sukses, dengan sendirinya Anda menyingkirkan hal-hal yang mungkin akan mengganggu. Anda juga tidak akan membuang waktu dan energi percuma yang bisa membawa Anda ke arah selain sukses.
b)         Gairah adalah hal yang penting untuk mencapai sukses. Cintai dan nikmati proses selama Anda berjalan menuju kesuksesan. Setiap orang sukses selalu memiliki gairah terhadap apa yang mereka kerjakan.
c)         Kesimpulan Perubahan sosial merupakan suatu hal yang tak dapat dihindari oleh manusia. Karena kita sadar bahwa dari hari ke hari kondisi dunia ini terus mengalami perkembangan dan perubahan dari berbagai aspek. Sebagai manusia, tentu saja kita harus menyambut baik adanya perubahan ini, karena andaikata kita acuh terhadap perubahan, itu artinya kita tidak siap untuk hidup. Tetapi, perlu kita sadari bahwa perubahan itu ada yang berdampak baik, dan adapula yang berdampak buruk. Sebagaimana muslim, sepatutnya tidak setiap perubahan yang kita hadapi diterima secara langsung, tetapi kita harus memilih perubahan yang mengarah kepada kebaikan kita, dan tidak merugikan
B.        Saran
                   Penting sekali untuk memiliki sikap yang tepat ketika harus berhadapan dengan pekerjaan, tantangan, maupun halangan. Sikap yang tepat akan membangun sistem keyakinan, meningkatkan kepercayaan diri, karakter, dan energi Anda. Orang yang tidak sukses biasanya memiliki sikap yang minus dan tidak berkarisma. Ubahlah sikap Anda dan sukses pasti akan datang.
              Sukses tidak akan bisa tercapai jika Anda tidak menjaga kesehatan Anda. Bagaimana mungkin Anda bisa sukses jika Anda tidak memiliki tenaga, mental, dan fisik yang baik untuk meraih kesuksesan tersebut? Kesuksesan juga tidak akan berarti jika Anda tidak sehat, maka perhatikan dan jagalah kesehatan tubuh Anda. Lakukan perencanaan, dan lakukan dengan teratur untuk mengarah ke tujuan sukses Anda. Kesuksesan berarti konsisten dan tetap melakukan apa yang berhasil untuk Anda. Ingin sukses? Kapan? Sukses tidak akan menunggu Anda, Anda ingin sukses? Jangan tunda dan jangan menunggu,  bertindak dan berjuang secara nyata sekarang!
Adanya perubahan sosial, tidak selamanya membawa pengaruh yang negatif.Apabila perubahan sosial mampu menguatkan rasa identitas dan solidaritas masyarakat bukan tidak mungkin membawa rasa kebersamaan yang tinggi. Dengan demikian akan timbul suatu kehidupan yang harmonis karena adanya keselarasan dalam hidup bermasyarakat. Sukses kemarin tak berarti sukses hari ini. Butuh perjuangan dan kesadaran, bahwa zaman terus berubah. Sehingga, kewaspadaan ekstra di hari inilah yang akan membuat usaha maju selamanya. "jangan hidup di masa lalu". Apa pun sukses (termasuk gagal) yang dialami kemarin, jadikan itu hanya bagian dari proses pembelajaran. Maksimalkan hari ini, karena esok pun sebenarnya masih belum pasti. Hidup di hari ini, dan terus kembangkan potensi. Maka, pintu sukses bisnis yang dijalankan akan selalu terbuka. Begitulah, perjuangan tak boleh berhenti. Dengan prinsip hari esok akan lebih baik¸ kita harus sadar untuk mau terus berupaya, bekerja, dan memaksimalkan segala potensi sehingga kita bisa mengubah kata “akan” menjadi “pasti” lebih baik!. Sebaiknya para mahasiswa lebih memperdalam lagi pengetahuannya tentang Menyongsong Perubahan, karena Perubahan memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, sehingga dapat mengetahui manfaat dan kerugian Perubahan. Penulis berharap makalah ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran ETIK UMB.













Daftar Pustaka

Artiningrum, Kurniasih, Nugroho. 2012, Etika Perilaku Profesional Sarjana, Graha Ilmu, Yogayakarta.

Ludy, 2014. Menyongsong Perubahan. Diambil dari: http://septianludy.blogspot.co.id/2014/07/menyongsong-perubahan.html

Wongso, 2015. Menapaki Sukses Dengan Membuat Perubahan. Diambil dari: http://www.andriewongso.com/menapaki-sukses-dengan-membuat-perubahan/

Khairunnisa, Oka, Jannah, Azis, Nurilah. 2013. Menyongsong Perubahan. Diambil dari: http://www.academia.edu/3684785/PERUBAHAN_SOSIAL

Wongso, 2016. Variasi dan Kemampuan Dalam Menghadapi Perubahan. Diambil dari: http://www.andriewongso.com/artikel/aw_artikel/3560/Variasi_Dan_Kemampuan_dalam_Menghadapi_Perubahan

Hendro, 2012. Makalah Sosiologi (Perubahan Sosial). Diambil dari: http://hendrogibol.blogspot.co.id/2012/08/makalah-sosiologi-perubahan-sosial.html

Disastra, 2013. Menyongsong Perubahan (Etik Umb). Diambil dari : https://kresnapw.wordpress.com/2013/12/31/menyongsong-perubahan-etik-umb/




Komentar

  1. MGM casinos - Dr.MCD
    MGM 포천 출장샵 National Harbor Resort and Casino, Las Vegas, Nevada, United States - 포천 출장샵 Use this interactive 동해 출장안마 tool to easily see if there are any hotel room parking  문경 출장안마 Rating: 3.6 · ‎10,657 reviews 울산광역 출장안마

    BalasHapus

Posting Komentar